Postingan

[hampa;]

Rasanya ingin memberhentikan sesuatu yang tegap pada tempatnya. Atau berenang dalam ruang-ruang. Mengharap terang pada celah tak sengaja. Kita sadar, namun nyatanya kita tidak cukup berani. Berani untuk berkata kalau hidup bukan hanya sekedar mengasihi rasa cinta, dan mati untuknya. Meluapkan rasa suka yang lalu menguap, hilang entah. Karena tidak satupun raga yang menerima dalam jiwanya. Untuk apa? Jika masih tersisa jalan yang perlu diperbaiki, juga mimpi yang harus terus kau susuri. Perkara makna atau lara, biar nanti. Urus saja diri yang tak lagi mengenal dirinya sendiri.

[malam;]

malam telah merenggut seluruh waktu menggambarkan seluruh terbit dan senja dalam satu melagukan seluruh tangis dan tawa dalam padu mengurai ikat-ikat janji yang kokoh meliku hanya untuk satu kata yang ku rindu hanya karena satu genggam yang tak lepas sedari dulu hanya pada satu alasan segala ragu, melanjut maju itu kamu andai suatu hari kamu tahu ada tawa-tawa yang menggemakan pilu mengisi seluruh hari yang kosong berdebu sejak tak lagi kita saling bertemu sejak hati tlah pergi menemukan yang baru jika boleh ku ambil jarum pada waktu akan ku isi seluruh kalbu dengan langit biru ku tinggalkan pelangi pada siangmu yang kelabu menyisakan malam dengan bintang yang merdu melihat raga, bertamu memandang mata, bertemu mengerat rindu, tanpa ragu karena lengkap seluruh dunia denganmu jika malam tlah berlalu berganti pagi yang baru boleh aku merayu? sekali lagi, bawa aku ajak aku pada seluruh cintamu hiasi malam yang pekat tanpamu bangun anganku yang lumpuh gengga...
RAHSA, GATA.